TOLITOLI, Suluh Merdeka – Musyawarah Besar (Mubes) Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS) Kabupaten Tolitoli berlangsung dinamis dan penuh ketegangan sebelum akhirnya menetapkan Andi Ahmad Syarif sebagai Ketua Badan Pengurus Daerah (BPD) KKSS Tolitoli periode 2025–2030.
Dalam proses pemilihan yang digelar di aula hotel Mitra Minggu (8/11), Andi Ahmad Syarif yang akrab disapa Bung Aly, berhasil meraih 19 suara, unggul telak dari pesaingnya Dr. Abd. Kadir yang hanya memperoleh 1 suara.
Suasana ruang sidang Mubes sempat memanas ketika puluhan peserta memprotes Sekretaris BPW KKSS Provinsi Sulawesi Tengah, Asrul A. Tuwo, yang dianggap memaksakan aturan tata tertib pemilihan tanpa melalui pembahasan bersama peserta. Aksi itu memicu kericuhan lantaran peserta menilai langkah tersebut telah mencederai nilai demokrasi dan menyalahi AD/ART KKSS.
“Dia pikir kita ini tidak tahu aturan. Untuk apa ada musyawarah kalau keputusan ditetapkan sepihak tanpa persetujuan peserta. Kami tahu itu akal-akalan untuk memuluskan salah satu calon,” ujar salah satu peserta dengan nada kesal.
Ketegangan nyaris berujung bentrok, namun aparat keamanan yang berjaga di lokasi berhasil meredam situasi. Setelah Asrul A. Tuwo meninggalkan ruang sidang, jalannya Mubes kembali kondusif hingga akhirnya proses pemilihan selesai dan menetapkan Andi Ahmad Syarif sebagai ketua terpilih.
Mengawali pidatonya sesaat setelah resmi terpilih, Andi Ahmad Syarif menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas amanah yang diberikan oleh peserta Mubes dan seluruh warga KKSS Tolitoli.
“Terima kasih atas amanah dan kepercayaan yang diberikan kepada saya. Inshaa Allah, kita akan kembalikan marwah KKSS sebagai organisasi paguyuban, wadah persatuan kita, tidak ada nilai-nilai politik didalamnya, Sekalipun saya bagian dari partai politik,” tegasnya.
Ia juga menguraikan tiga fokus utama program kerja KKSS Tolitoli ke depan, yakni, Bidang kemasyarakatan dan sosial, dengan memperkuat kepedulian antarwarga dan membangun solidaritas sosial. Kemudian, Bidang kebudayaan dengan melestarikan nilai-nilai budaya dan kearifan lokal masyarakat Sulawesi Selatan, Bidang keagamaan dengan memperkuat nilai spiritual dan mempererat ukhuwah islamiyah di kalangan warga KKSS.
Bung Aly turut mengucapkan terima kasih kepada seluruh pengurus pilar yang telah memberikan dukungan penuh dalam proses Mubes tersebut. Ia berjanji akan segera melakukan penataan struktur kepengurusan agar organisasi yang sempat mengalami “mati suri” selama satu periode terakhir dapat kembali aktif dan solid.
“KKSS Tolitoli harus kembali menjadi rumah besar bagi seluruh warga Sulawesi Selatan yang ada di perantauan. Kita akan membangun sinergi dengan pemerintah daerah dan organisasi paguyuban lain demi kemajuan bersama,” ujarnya disambut tepuk tangan peserta.
Salah satu tokoh senior KKSS Tolitoli, Moh Rifai, mengapresiasi semangat persaudaraan yang tetap terjaga di tengah dinamika forum Mubes.
“Saya salut dengan Bung Aly yang tetap tenang meski suasana sempat memanas. Kemenangan ini bukan kemenangan pribadi, tapi kemenangan seluruh warga KKSS Tolitoli. Harapan kami, kepengurusan baru ini bisa membangkitkan kembali semangat kebersamaan yang dulu sempat redup,” ujarnya.
Sementara itu, salah satu peserta muda KKSS, Asmar Qarati, menilai terpilihnya Andi Ahmad Syarif menjadi harapan baru bagi generasi muda Sulawesi Selatan di Tolitoli.
“Kami ingin KKSS lebih terbuka bagi generasi muda. Bung Aly punya energi dan jaringan yang kuat, semoga bisa membawa KKSS lebih aktif dan dekat dengan masyarakat,” ungkapnya optimistis.
Mubes KKSS Tolitoli 2025 pun ditutup dengan suasana haru dan semangat baru. Setelah melalui perdebatan panjang dan dinamika forum yang penuh warna, seluruh peserta akhirnya menyatu dalam semangat kekeluargaan untuk membangun kembali marwah KKSS sebagai wadah persaudaraan sejati warga Sulawesi Selatan di perantauan. (Rendra)













