TOLITOLI, Suluh Merdeka – Mantan Ketua DPRD Kabupaten Tolitoli, Andi Ahmad Syarif, menyatakan kesiapannya untuk maju dan berkompetisi dalam Musyawarah Daerah (Musda) Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS) Kabupaten Tolitoli.
Kesediaan Andi Ahmad Syarif maju sebagai calon ketua muncul setelah mendapat dukungan kuat dari puluhan pilar KKSS yang meminta dirinya untuk tampil memimpin organisasi tersebut.
“Saya diminta dan diharapkan maju dalam bursa pemilihan ketua. Bagi saya, ini merupakan amanah dan kepercayaan. Untuk itu, saya menyatakan siap maju menjadi kandidat Ketua KKSS,” ujar Andi Ahmad Syarif saat ditemui di kediamannya, Jumat (7/11).
Ia menegaskan, apabila diberikan kepercayaan untuk memimpin, dirinya bertekad untuk mengembalikan khitah dan marwah KKSS sebagai wadah besar yang menaungi seluruh warga perantau asal Sulawesi Selatan di Kabupaten Tolitoli.
“KKSS seharusnya menjadi rumah besar dan payung bagi seluruh warga Sulawesi Selatan yang merantau di Tolitoli. Saya bersyukur, komunikasi kami dengan pilar-pilar KKSS selama ini bukan komunikasi yang pragmatis, tetapi berdasarkan semangat kebersamaan untuk membangun kembali organisasi ini,” tegasnya.
Lebih lanjut, Andi Ahmad Syarif mengungkapkan sejumlah program prioritas yang akan dijalankan apabila dipercaya memimpin KKSS Tolitoli. Salah satunya, memperkuat peran sosial dan kemasyarakatan organisasi agar lebih bermanfaat bagi anggotanya.
“KKSS adalah organisasi paguyuban, jadi fokus utama kita adalah sosial kemasyarakatan. Misalnya, membantu warga KKSS yang kesulitan mendapatkan akses pengobatan, atau melestarikan budaya-budaya Sulsel yang masih sejalan dengan adat istiadat di Tolitoli,” jelasnya.
Menurutnya, upaya pelestarian budaya ini penting untuk menjaga jati diri warga perantau. Dengan begitu, kerinduan terhadap kampung halaman dapat terobati tanpa harus pulang ke Sulawesi Selatan.
Selain itu, ia juga menyoroti pentingnya kemandirian ekonomi organisasi, dengan membentuk lembaga pembiayaan internal KKSS.
“Banyak organisasi yang mati suri karena tidak memiliki sumber pembiayaan yang jelas. Karena itu, saya ingin mendorong KKSS Tolitoli agar memiliki lembaga pembiayaan sendiri. Kita bisa belajar dari organisasi besar seperti Muhammadiyah, yang mampu mandiri dan tetap hidup karena sistem pendanaannya kuat,” tuturnya.
Dengan tekad tersebut, Andi Ahmad Syarif berharap KKSS Tolitoli ke depan dapat menjadi organisasi yang solid, mandiri, dan benar-benar menjadi tempat bernaung bagi seluruh warga Sulawesi Selatan di perantauan.
“Saya siap membangun KKSS Tolitoli menjadi organisasi yang besar, kuat, dan bermanfaat bagi semua anggotanya. Insyaallah, ini bukan sekadar kompetisi, tapi panggilan hati untuk mengabdi,” pungkasnya. (Rendra)













