Daerah

Pemkab Tolitoli Tertibkan Puluhan Rumah di Atas Sungai Lembe untuk Cegah Banjir

5
×

Pemkab Tolitoli Tertibkan Puluhan Rumah di Atas Sungai Lembe untuk Cegah Banjir

Sebarkan artikel ini
Foto Rustam : Bongkar bangunan liar, tampak salah satu dari puluhan bangunan yang ditertibkan, karena menghambat arus sungai ketika debit air meningkat

TOLITOLI, Suluh Merdeka – Pemerintah Kabupaten Tolitoli menertibkan puluhan rumah warga yang berdiri di atas aliran Sungai Lembe, Lingkungan Lemba, Kelurahan Baru, Kecamatan Baolan, Sabtu (1/11). Langkah ini diambil karena bangunan tersebut tidak memiliki izin mendirikan bangunan (IMB) dan dinilai menjadi salah satu penyebab dangkalnya sungai yang kerap memicu banjir di kawasan itu.

Kegiatan pembongkaran dilakukan secara terpadu dan dipimpin langsung oleh Bupati Tolitoli, Hi. Amran Hi. Yahya, didampingi sejumlah pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), aparat kelurahan, serta personel TNI dan Polri. Sebelumnya, pemerintah daerah telah menggelar rapat bersama warga di Aula Kantor Kelurahan Baru pada Jumat (31/10) untuk menyepakati rencana penertiban tersebut.

“Sebelum dilakukan pembongkaran, kami sudah bermusyawarah dan mencapai kesepakatan bersama warga. Pemerintah tidak serta-merta bertindak tanpa dialog,” tegas Bupati Amran.

Bupati menjelaskan, penertiban ini merupakan bagian dari upaya penataan lingkungan perkotaan dan pencegahan bencana banjir yang kerap melanda wilayah Tolitoli. Pemerintah daerah, lanjutnya, berkomitmen melakukan normalisasi Sungai Lembe agar aliran air kembali lancar dan tidak menimbulkan genangan saat hujan deras.

“Penataan bantaran sungai ini adalah tanggung jawab pemerintah untuk melindungi masyarakat dari ancaman banjir. Kami pastikan proses normalisasi sungai berjalan sesuai rencana,” ujarnya.

Foto Rustam : Pimpin langsung proses penertiban bangunan, Tampak Bupati Tolitoli Amran Hi Yahya bersama Kepala BPBD Ir. Abdullah Haruna saat berlangsungnya detik-detik pembongkaran sejumlah bangunan yang dibangun diatas drainase sungai Lembe

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tolitoli, Ir. Abdullah Haruna, S.Pt., menambahkan bahwa pendangkalan Sungai Lembe selama ini menjadi faktor utama terjadinya banjir di wilayah perkotaan.

“Normalisasi harus segera dilakukan. Hambatan utama selama ini adalah adanya bangunan warga yang berdiri di atas badan sungai,” ungkap Abdullah Haruna.

Dari pantauan Suluh Merdeka, proses pembongkaran berjalan tertib dan kondusif. Sejumlah warga bahkan tampak bergotong-royong membantu petugas merobohkan bangunan mereka sendiri.

Salah seorang warga bantaran sungai, Aco (45), mengaku menerima keputusan tersebut dengan lapang dada. Apalagi  menurutnya, konsekwensi yang diterimanya dari kebijakan tersebut merupakan kemaslahatan bagi orang banyak.

“Saya ikhlas menerima, sebagian rumah di atas sungai dibongkar. Ini demi kepentingan bersama supaya kampung kami tidak banjir lagi,” ujarnya.

Melalui penertiban ini, pemerintah daerah berharap aliran Sungai Lembe dapat kembali normal dan risiko banjir di kawasan padat penduduk tersebut berkurang signifikan. Bupati Amran juga mengimbau masyarakat agar tidak lagi mendirikan bangunan di sempadan atau badan sungai demi keselamatan bersama dan kelestarian lingkungan. (Rustam)