Perkuat Pertahanan Indonesia Timur, TNI AU Bangun 2 Skuadron

11

JAKARTA – Kepala Staf TNI Angkatan Udara (KSAU) Marsekal Yuyu Sutisna mengaku akan membangun dua skuadron dan satu markas untuk memperkuat pertahanan udara Indonesia bagian timur.

Hal ini dalam rangka menindaklanjuti komitmen pembangunan pertahanan di wilayah timur Indonesia. TNI AU sendiri sudah membangun Korps AU III, TNI Angkatan Laut membangun Armada Laut III, begitu juga TNI Angkatan Darat.

“Nah, sebagai tindak lanjut dari itu kami akan menempatkan beberapa skuadron di wilayah timur, untuk yang pertama kita tempatkan satu skuadron pesawat angkut dalam hal ini TN 235 yang akan ditempatkan di Biak, kemudian kami akan meresmikan satu skuadron Hercules di Makassar, dan kami juga sekarang sedang membangun Markas Komando Korps AU III di Biak”, ujar Yuyu, di Lapangan Udara (Lanud) Dominicus Dumatubun, Langgur, Maluku Tenggara, Rabu (13/6) dikutip dari Antara.

Dalam lawatan kerja itu, Yuyu menyatakan Lanud Dominicus Dumatubun Langgur milik TNI AU itu memiliki posisi strategis untuk pertahanan di wilayah timur Indonesia.

“Kami merasa bahwa Lanud Dumatubun milik TNI AU sangat strategis untuk pertahanan, karena dilihat dari segi geografis, selain itu juga apabila kita hadapkan dengan kondisi sekarang bahwa di sini dekat dari laut kepulauan III yang harus kita amankan, karena itu merupakan alur bebas baik dari segi laut maupun udara sehingga rawan akan pelanggaran”, tuturnya.

Itu, kata Yuyu, dibuktikan dalam peristiwa perebutan Irian Barat dari Belanda melalui Operasi Trikora. Pada saat itu, lanud dijadikan tempat untuk mendukung operasi.

Namun demikian, KSAU mengaku Lanud Damatubun belum bisa dibangun maksimal segera karena pembangunan pertahanan ada skala prioritasnya.

“Kami TNI sekarang lagi membangun ada lima pangkalan dengan proritas dan terintegrasi yang yakni di Natuna, Saumlaki, Biak, dan Morotai,” katanya.

Lanud Dumatubun merupakan salah satu tempat yang menjadi rangkaian kunjungan kerja KSAU selama tiga hari di wilayah timur Indonesia. Tempat lainnya adalah Biak, Morotai, Kendari, dan Makassar.

Di tempat yang sama, Bupati Maluku Tenggara M. Thaher Hanubun menyebut Kepulauan Kei yang ada di wilayahnya, yang terletak diantara laut Arafura dan Laut banda serta berhadapan langsung dengan Australia, strategis untuk menjadi basis kekuatan pertahanan. Hal itu terjadi sejak perebutan Irian Barat dari Belanda.

“Kepulauan Kei pada massa itu mampu mengoperasikan dua bandara penting yaitu bandara Letvuan dan Lanud Dumatubun,” kata dia.

(Sumber CNNIndonesia.com)