Berita

Polda Sulteng Gagalkan Peredaran Sabu 25 Kg Dari Negara Malaysa

0
×

Polda Sulteng Gagalkan Peredaran Sabu 25 Kg Dari Negara Malaysa

Sebarkan artikel ini
Kabidhumas Polda Sulteng Kombes Pol Djoko Wienartono (tengah) bersama Dirresnarkoba KombesPol Dasmin Ginting (Kiri) dan Kasubdit 3, menjelaskan kronologi penangkapan tersebut dalam keterangan pers, Jumat 5 April 2024 di Ruang Rupatama Polda Sulteng (Foto:Suluhmeredeka.com)

PALU,SM –  Ditresnarkoba Polda Sulawesi Tengah (Sulteng) berhasil menggagalkan peredaran narkotika jenis sabu seberat 25 Kg, Minggu malam 31 Maret 2024 di Jalan Kemakmuran Desa Boya Kecamatan Banawa Kabupaten Donggala, Sulteng.

Sabu seberat 25 Kg tersebut ditangkap dari tangan pelaku berinisial AN (42), warga Desa Rijang Panau Kecamatan Kulo Kabupaten Sidrap. Rencananya barang tersebut akan dibawa pelaku ke Kabupaten Sidrap Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel).

Namun sebelum berhasil bertolak ke Sidrap, pelaku berikut barang bukti yang hendak naik mobil travel ditangkap tim Satresnarkoba Polda Sulteng.

Kabidhumas Polda Sulteng Kombes Pol Djoko Wienartono bersama Dirresnarkoba Kombes Pol. Dasmin Ginting menjelaskan kronologi penangkapan tersebut dalam keterangan pers,  Jumat 5 April 2024 di Ruang Rupatama Polda Sulteng.

Djoko menyebut, pelaku AN ditangkap karena diketahui membawa atau mengawal sabu yang terbungkus dalam karung. Setelah diperiksa, polisi menemukan 25 bungkus narkotika jenis sabu dengan berat total 25 kilogram.

Namun menurutnya pelaku AN hanya berperan sebagai pembawa atau mengawal sabu dari Malaysia masuk ke Indonesia.

“Pengungkapan ini tidak lepas karena adanya informasi masyarakat yang terus di dalami tim Ditresnarkoba Polda Sulteng,” jelas Djoko

Djoko menjelaskan, AN datang dari Kabupaten Sidrap Sulsel menuju Tarakan Provinsi Kaltara. 10 hari di Tarakan, AN mendapat perintah dari E yang merupakan bosnya untuk bertemu K di Malaysia untuk menerima sebanyak 25 bungkus sabu. Selanjutnya sabu itu dibawa atau dikawal oelh AN dengan kapal kayu tujuan Indonesia bersama dengan 4 orang ABK kapal.

Ditresnarkoba Polda Sulteng Kombes Pol Dasmin Ginting menerangkan, pelaku AN dalam perannya mengawal sabu ini menuju Sidrap setelah dari Malaysia ke Indonesia dijanjikan upah sebesar Rp100 juta oleh bos inisial E.

“Dan untuk diketahui pelaku AN melakukan membawa atau mengawal sabu dari Malaysia ke Indonesia ini untuk yang kedua kalinya,”beber Dasmin.

Meski hanya berperan mengawal dan mengantar, pelaku AN menurut Dasmin tetap dikenakan pasal sesuai ketentuan yang berlaku yakni diduga melanggar pasal 114 ayat (2) Undang Undang Narkotika dengan ancaman hukuman mati dan pidana penjara paling singkat 6 tahun. Dan pasal 112 ayat (2) dengan ancaman penjara maksimal seumur hidup dan paling singkat 5 tahun.

“Karena dalam hal ini pelaku AN terbukti sebagai orang yang mengusai barang tersebut,”ujarnya.

Kasus ini tambah Dasmin sudah termasuk peredaran jaringan internasional karena lokasinya terjadi lebih dari 1 negara.

Dasmin Ginting menyebut, dengan terungkapnya sabu sebanyak 25 kilogram, bila diasumsikan setiap 0.2 gram atau 1 gram digunakan 5 orang, maka Polda Sulteng bisa menyelamatkan atau mencegah penggunaan sabu terhadap 124.540 orang (**)