Didapuk Jadi Waketum PSSI, Iwan Budianto Lepas Jabatan CEO Arema FC

2

DENPASAR – Pengunduran diri Edy Rahmayadi sebagai Ketua Umum PSSI berbuntut panjang. Tongkat kepemimpinan yang kini beralih ke Joko Driyono membuat Iwan Budianto yang sebelumnya menjabat Kepala Staf Ketum PSSI pun naik posisi. Iwan kini mengisi posisi yang sebelumnya diisi Joko Driyono, sebagai Wakil Ketua Umum PSSI.

Nah, posisi baru ini membuat Iwan Budianto (IB) harus merelakan jabatan lain yang sudah lama diembannya. Iwan pun resmi menanggalkan jabatannya sebagai CEO Arema FC. Iwan tak ingin rangkap jabatan tersebut melahirkan fitnah dan tudingan negatif.

“Karena berkomitmen memajukan PSSI. Sejak terpilih (sebagai Waketum), saya telah mengikhlaskan dengan tegas untuk tidak aktif mengelola klub kesayangan saya,” kata IB, dalam rilis resmi Arema FC, Senin (21/1).

IB tampaknya sangat memahami dinamika publik yang terus berkembang. Terutama soal rangkap jabatan yang hanya akan memunculkan silang pendapat da persepsi negatif publik.

Untuk menjaga integritasnya, IB menyatakan sekaligus menegaskan bahwa dia tidak lagi menjabat CEO Arema FC. Meski demikian dalam badan hukum kepemilikan klub Arema FC, IB masih tercatat sebagai salah satu pemegang saham.

“Saya tegaskan, bahwa sudah tidak aktif dalam pengelolaan di Arema FC,” imbuhnya. Keputusan IB untuk tidak lagi aktif sebagai CEO Arema FC adalah supaya tidak ada lagi pihak yang secara tidak sengaja terseret berbuat dosa dengan melakukan fitnah terhadap dirinya.

IB menambahkan, selama tidak aktif di Arema, meyakini bahwa Singo Edan sebagai klub profesional tetap mampu menjalankan pengelolaannya sesuai program yang disusun sekaligus memenuhi target yang dicanangkan. Apalagi Arema kini sudah memasuki tahap persiapan untuk mengikuti kompetisi musim 2019.

“Saya memohon doa restu saran dan masukan dari seluruh masyarakat bola Indonesia agar dalam mengemban tugas di PSSI membawa kebaikan dan berprestasi,” pungkasnya.

Sementara itu, Media Officer Arema FC Sudarmadji menjelaskan, akan ada rapat utama pemegang saham (RUPS) untuk mengangkat CEO baru. Namun, kapan RUPS itu akan dilaksanakan masih belum diketahui pasti.