Walikota Palu : Jangan Ada People Power, Kita Masih Berduka

16
Massa aksi unjukrasa di kantor Bawaslu Sulteng dijaga ketat aparat kepolisian.(Foto:foto : Mohamad izfaldi)

PALU- Walikota Palu, Hidayat mengimbau kepada seluruh masyarakat Kota Palu untuk menjaga situasi kemanan dan kenyamanan di daerahnya menjelang penetapan hasil Pemilu oleh Komisi Pemilihan Umum pada 22 Mei nanti, yang diisukan akan ada aksi gerakan people power pada hari tersebut.

Dia juga meminta kepada masyarakat agar tidak ikut serta digerakan tersebut yang menurutnya hal itu dapat menimbulkan kekacauan di wilayahnya. Apalagi saat ini Kota Palu masih dalam tahap pemulihan pasca bencana yang terjadi pada 28 September 2018 lalu.

‘’Saat ini kita masih berduka, saya harap ada kerjasama untuk memperbaiki kota palu ini, bukan untuk mengacaukanya,’’ungkap Hidayat.

Menurut Hidayat, fisik dan finansial yang ada pada masyarakat Kota Palu sebaiknya digunakan untuk membantu para penyintas yang saat ini masih di kamp pengungsian ataupun Hunian sementara, ketimbang mengikuti gerakan people power tersebut.

“Jangan hanya karena pemilu, kita mengacaukan daerah sendiri, sementara saudara-saudara kita yang masih ada di tenda pengungsian ataupun huntara masih membutuhkan bantuan,” tambahnya.

Selain itu, ia juga mengajak masyarakat untuk menghormati hasil pemilihan umum presiden dan wakil presiden, anggota dewan perwakilan daerah (DPD) RI, anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI dan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) provinsi maupun kabupaten/kota.

“Saya minta kepada kita semua baik tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh adat dan tokoh pemuda untuk mengingatkan satu sama lain agar tidak usah mengikuti gerakan people power itu,” imbaunya.(Musabar)