Rahasia Zuckerberg soal Keamanan Chat WhatsApp dan Instagram

1

JAKARTA – Pendiri dan CEO Facebook, Mark Zuckerberg merilis rincian menyeluruh sehingga pertukaran pesan lebih aman melalui WhatsApp, Messenger, dan Instagram.

Melalui blog resmi Facebook, Zuckerberg memfokuskan hal itu pada fitur-fitur enskripsi end-to-end yang secara otomatis dapat menghapus pesan setelah periode tertentu.

“Hari ini, jika Anda ingin mengirim pesan kepada orang-orang melalui Facebook, Anda harus menggunakan Messenger. Di Instagram, Anda harus menggunakan Direct dan di Whatsapp Anda harus menggunakan aplikasi itu sendiri,” ujar Zuckerberg dikutip dari blog resmi Facebook.

“Kami ingin memberi pengguna pilihan sehingga mereka dapat menjangkau teman-teman mereka di seluruh jaringan ini, dari aplikasi mana pun yang mereka inginkan,” sambungnya.

Langkah yang dibuat Facebook itu dibangun berdasarkan beberapa prinsip, yakni:

Interaksi Pribadi. Pengguna harus memiliki tempat yang sederhana dan intim, di mana mereka memiliki kontrol yang jelas atas siapa yang dapat berkomunikasi dengan mereka dan memiliki keyakinan bahwa tidak ada orang lain yang dapat mengakses apa yang mereka bagikan.

Enkripsi. Enkripsi end-to-end dapat mencegah siapapun melihat apa yang dibagikan pengguna pada layanan yang ada di Facebook.

Mengurangi Pesan Secara Permanen. Pesan atau cerita pengguna yang dibagikan di Facebook akan dihapus dalam periode waktu tertentu.

Dilansir dari CNN, Zuckerberg mengatakan hal itu dilakukan karena banyak orang yang menggunakan aplikasi Messenger di Android untuk mengirim dan menerima pesan SMS. Namun, pesan-pesan tersebut tidak dapat dienkripsi.

Dengan mengintegrasikan ketiga layanan pesan tersebut, pengguna dapat mengirim pesan yang sudah dienkripsi ke nomor telepon seseorang di WhatsApp melalui Messenger.

“Saya percaya, menerapkan enkripsi pesan end-to-end untuk semua komunikasi pribadi adalah hal yang benar untuk dilakukan,” ujar Zuckerberg.

Selain itu, Zuckerberg mengklaim pengguna mungkin merasa lebih nyaman berkomunikasi dengan satu atau beberapa teman sekaligus berbagi konten yang tidak akan bertahan selamanya.

(Sumber CNNIndonesia.com)