Polda Sulteng Tingkatkan Pengawasan di Daerah Rawan Konflik

1

PALU – Kepolisian Daerah Sulawesi Tengah menyatakan akan memberikan pengawasan ketat di beberapa daerah yang dianggap rawan terjadi konflik, pada saat pelaksanaan hari pencoblosan.

Hal itu diungkapkan oleh Kapolda Sulawesi Tengah, Brigjen Polisi Lukman Wahyu Hariyanto Selasa 16 April 2019.

Menurutnya, setiap daerah tingkat kerawanannya berbeda-beda, sehingga pihak Polda Sulteng harus memilah jumlah anggota personil yang akan mengamankan pemilu di setiap daerah yang ada di Sulteng.

Kapolda Sulteng menjelaskan ada beberapa daerah yang dianggap rawan terjadi konfilik seperti Kabupaten Poso, Parigi Moutong dan Kabupaten Sigi, sebab ketiga daerah itu menjadi lokasi tni dan polri dalam operasi tinombala, untuk mengejar para DPO Mujahidin Indonesia Timur (MIT).

“TPS yang dekat dekat dengan Operasi Tinombala ini seperti Poso, Parimo, Sigi, itu kita kasih penebalan, istilah kami penebalan kekuatan untuk mengantisipasi persoalan- persoalan yang akan terjadi,” jelas Lukman Wahyu Hariyanto.

Tidak hanya daerah yang dianggap rawan konflik, dalam pesta demokrasi 2019 ini, pihak Polda Sulteng juga akan mengawasi daerah daerah pertabatasan.

Sesuai data yang ada di Kepolisian Daerah Sulawesi Tengah, tempat pemungutan suara (TPS) yang dianggap sangat rawan, berjumlah 234 TPS. Jumlah tersebut tersebar diwilayah Sulawesi Tengah.(Riski Budiman)