Polda Sulteng Musnahkan 4 Ton Benih Jagung Palsu

17

PALU – Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Tengah bersama dengan jaksa penuntut umum (JPU) Pengadilan Negeri Palu, Kamis (31/1/2019) siang memusnahkan barang bukti benih jagung palsu sebanyak 4 ton. Benih palsu ini sebelumnya disita petugas, karena telah merugikan sejumlah kelompok petani di wilayah Sulteng.

pemusnahan 4 ton benih jagung jenis hibrida palsu itu, dilakukan dengan cara dibakar, dengan menggunakan minyak tanah, yang dilakukan oleh sejumlah pihak kepolisian daerah sulteng dan jaksa penuntut umum pengadilan negeri palu, dikantor polda sulteng, pada 31 januari 2019 siang.

“Hari ini kami dari penununtut umum didampingi tim penyidik dari Polda Sulteng, telah melakukan eksekusi terhadap barang bukti yang sesuai dengan putusan pengadilan dirampas untuk dimusnahkan berupa benih jagung bima 20 uri sayang ada kurag lebih 4 ton,” ujar Petrus J Sumelang, jaksa penuntut umum Kejari Palu.

Benih jagung palsu ini merupakan sitaan Polda Sulteng dari sejumlah kelompok tani yang berada di desa Sausu, Kecamatan Sausu, Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, yang mengeluh karena hasil tanaman mereka dari benih tersebut berjamur, bahkan mati.

Mendengar kejadian itu, pihak kepolisian langsung melakukan penyitaan terhadap benih jagung yang bermerek bima 20 uri sayang, diketahui berasal dari Kota Malang, Jawa Timur tersebut.

Setelah diuji laboratorium dan hasilnya positif palsu, pihak kepolisian melakukan penangkapan terhadap tersangka bernama Kabul Suriono yang diketahui menjabat sebagai direktur CV Cinta Raya, yang merupakan produsen dari benih jagung palsu tersebut.

“Menurut informasi dari petani, benih jagung yang mereka tanam itu tidak hidup, jadi ketika mendengar informasi itu penyidik melakukan olah TKP kemarin di Parimo, setelah kita selidiki, kita ambil sampelnya kita uji, dan kita konfirmasi lebel tersebut ternyata benih itu tidak sesuai dengan lebel, jadi benih itu bukan benih asli,” ujar AKP Dirham Salama, Kanit 1 Indag Ditreskrimsus Polda Sulteng.

Atas perbuatannya tersangka kabul Suriono sendiri, saat ini telah menjalani hukumannya di rumah tahanan Maesa Palu.(Riski Budiman)