Perusahaan Bitcoin Korsel Bidik 1,4 Juta Investor Indonesia

12

JAKARTA – Gopax Indonesia membidik sekitar 1,4 juta investor aset digital cryptocurrency di Indonesia. Angka ini didapat dari target perusahaan itu u ntuk meningkatkan pengguna 50 hingga 70 persen dari total investor Indonesia. Selain bitcoin, terdapat 8 koin crypto lain yang diperdagangkan di bursa aset digital itu.

Business Strategist Gopax Indonesia Muhammad Yusuf Musa memperkirakan total investor aset digital Indonesia saat ini ada di angka 1,5 juta sampai 2 juta pengguna. Gopax Indonesia yang meluncur pada Desember 2018 mengaku saat ini memiliki 200 orang investor.

“Melihat perkembangan perhari nya, hampir setiap hari orang join, target kami tahun ini (meraup) 50 persen sampai 70 persen (dari total pasar di Indonesia),” tutur Musa saat mempresentasikan GOPAX Indonesia di kantor Indonesia Blockchain Hub, Jakarta Selatan, Kamis (31/1).

Gopax adalah salah satu layanan bursa crypto asal Korea Selatan. Sebelumnya, Upbit salah satu aplikasi blockchain terbesar asal Korea Selatan juga diperkenalkan kepada publik pada 29 Januari lalu.

Ditanya soal seberapa besar optimisme untuk menyaingi Upbit, Dauri mengatakan pihaknya tak melihat Upbit sebagai saingan mereka.

“Kami tidak menganggap itu sebagai persaingan, kami percaya pada dasarnya konsumen akan datang jika kami punya pelayanan yang baik serta mengutamakan keamanan dan kualitas yang terbaik,” jelasnya.

Legal Manager GOPAX Indonesia Dauri Lukman memaparkan untuk fase awal, GOPAX menawarkan 9 koin kripto yakni, Bitcoin (BTC), Ethereum (ETH), Ripple (XRP), Stellar Lumens (XLM), EOS, Litecoin (LTC), Bitcoin Cash (BCHABC), Moss Coin (MOC) dan Zcash (ZEC).Berdasarkan pemeringkatan Startup Radar, Gopax ada di peringkat 7 sementara Upbit bertengger di posisi 1. Pemeringkatan dilakukan berdasarkan jumlah pengguna, fitur keamanan, kepuasan pengguna, dan pilihan pembayaran, seperti dilaporkan fintechnews.

Musa mengatakan GOPAX masuk ke Indonesia setelah Kementerian Perdagangan merilis aturan terkait cryptocurrebcy yang digolongkan sebagai salah satu komoditi yang dijadikan subjek kontrak berjangka.

Lewat Peraturan Menteri Perdagangan (Pemendag) Nomor 99 Tahun 2018 yang dirilis pada 20 September 2018, crypto bisa diperdagangkan di bursa berjangka dan di awasi oleh Badan Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti).

(Sumber CNNIndonesia.com)