Pertamina Kembangkan BBM Ramah Lingkungan Berbasis Sawit

4

JAKARTA – PT Pertamina (Persero) saat ini tengah berupaya mengembangkan BBM berbasis kelapa sawit. Dirut Pertamina Nicke Widyawati mengatakan pengembangan dilakukan demi menciptakan BBM ramah lingkungan.

Pengembangan juga dilakukan demi menciptakan nilai tambah bagi kelapa sawit dan mencari alternatif untuk mengurangi impor minyak mentah. Nicke mengatakan produk akhir pengembangan minyak ini nantinya adalah minyak Solar ramah lingkungan (green diesel), minyak avtur ramah lingkungan (green avtur), dan bensin ramah lingkungan (green gasoline).

Selain dengan pencampuran fatty acid methyl esters (fame), pengembangan BBM tersebut dilakukan dengan pemrosesan bersama (co-processing) dan Hydrorefining.

“Co-processing dan hydrorefining tersebut akan menghasilkan energi yang lebih bersih jika dibandingkan dengan FAME yang hari ini kita hasilkan,” ujarnya dalam pernyataan yang dikeluarkan di Jakarta, Jumat (18/1).

Nicke menambahkan pengembangan bahan bakar ramah lingkungan ini secara bertahap sedang dikerjakan di beberapa kilang perseroan. Nicke menargetkan, sebelum tahun 2023, bahan bakar tersebut dapat diimplementasikan di empat kilang milik Pertamina yang memiliki Residual Fuel Catalytic Cracking (RFCC).

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan menegaskan pengembangan bahan bakar ramah lingkungan saat ini merupakan suatu keharusan. Tanpa pengembangan bahan bakar ramah lingkungan (green fuel), Indonesia bakal menghadapi polusi udara yang parah.

“Kemajuan atau pertumbuhan ekonomi bangsa ini jika sebesar 5 persen saja per tahun, kalau kita tidak memulai membuat bahan bakar yang ramah lingkungan, maka 25 tahun lagi polusinya akan sangat buruk,” ujar Jonan.

Jonan mengingatkan tingginya tingkat polusi bakal mengganggu kesehatan masyarakat dan menekan angka harapan hidup.

(Sumber CNNIndonesai.com)