Merasa Dilecehkan dan Dihina dengan Konten Hoax, Gubernur Sulteng Laporkan Politisi Nasdem ke Polda

1

PALU- Gubernur Sulawesi Tengah, Longki Djanggola melaporkan salah satu politisi Partai NasDem Sulteng ke Kepolisian Daerah Sulawesi Tengah. jumat pagi. salah satu politisi Nasdem itu dinilai telah menyebarkan berita bohong mengenai Gubernur Sulteng kepada masyarakat.

dengan didampingi sejumlah kuasa hukumnya, Gubernur Sulawesi tengah tiba di kantor Polda Sulteng, sekira pukul 09:30 Wita, yang langsung mendatangi Sentra Pelayanan kepolisian terpadu (SPKT), Polda Sulteng.

Setelah keterangannya diambil selama kurang lebih 1 jam, Gubernur Sulawesi tengah kembali dimintai keterangan di ruangan DitReskrimsus Polda Sulteng, yang didampingi oleh Kapolda Sulteng, Brigjen Pol Lukman Wahyu Hariyanto.

”Saya mohon dengan sangat agar ini segera di proses, karena saya sebagai gubernur, betul betul dilecehkan, wibawa saya sebagai gubernur betul sangat dihina, dengan ungkapannya seolah olah saya membiayai people power”ungkap Gubernur Sulawesi tengah, Longki Djanggola usai keluar dari ruang DitReskrimsus Polda Sulteng.

Longki menjelaskan bahwa dirinya sebenarnya sudah mengadukan hoaks ini sejak 20 Mei 2019 namun progres penanganannya mengecewakan. namun kali ini dengan membawa surat dan berkas-berkas yang dibutuhkan agar laporan pengaduan diubah menjadi laporan polisi terhadap Yahdi Basma dan bisa ditangani lebih serius oleh penyidik Polda dengan mengambil langkah hukum tegas terhadap Yahdi Basma, anggota DPRD Sulteng itu.

”Tuduhannya itu adalah pencemaran nama baik, dan penyebarluasan berita hoaks. lalu sy sudah melaporkan cuman progresnya sangat lambat,”tambahnya.

Kasus ini bermula ketika Politisi Partai NasDem, yang juga anggota dewan Provinsi Sulawesi tengah, Yahdi Basma itu, ditengarai menyebarkan hoax yang menyebutkan, bahwa Gubernur Sulawesi Tengah Longki Djanggola yang juga Ketua DPD Gerindra Sulteng, ikut membiayai aksi people power, menjelang pengunguman hasil Pilpres oleh KPU di Jakarta.(Musabar)