Menkumham Keluhkan Overkapasitas di Rutan Siak

1

PEKANBARU – Menteri Hukum dan HAM RI Yasonna Laoly menyebut penanganan petugas Rumah Tahanan (Rutan) Kelas IIB Siak Sri Indrapura, Riau, terhadap narapidana sudah benar. Kondisi kelebihan penghuni alaias overkapasitas memperparah efek kerusuhan.

Hal itu dikatakannya saat melakukan kunjungan ke Rutan Siak, Senin (13/5). Yasonna tiba di rutan didampingi oleh Gubernur Riau Syamsuar dan Kepala Kanwil Kemenkumham Riau M. Diah pada pukul 11.05 WIB.

Ketika sampai di rutan Yasonna bersama rombongan masuk ke bangunan rutan bekas terbakar. Dirinya melihat kondisi rutan yang hampir 50 persen-nya hanya tinggal puing-puing bangunan.

Menggunakan setelan kemeja putih dan topi koboi merahnya, Yasonna menyesalkan kejadian di Rutan yang berpenghuni 648 narapidana ini.

“Kita menyesalkan apa yang terjadi. Memang ini bukan kali pertama. Ada beberapa hal fundamental memang permasalahan kita di Indonesia yakni overkapasitas mendekati 500 persen,” kata Yasonna dalam keterangan persnya di Rutan Siak.

Menurutnya apa yang telah dilakukan petugas rutan saat itu terhadap napi narkoba sudah tepat. “Itu tindakan yang benar dilakukan staf saya. Mereka menggeledah napi narkoba. Karena mayoritas yang didalam adalah kejahatan narkoba,” jelasnya.

Yasonna menegaskan untuk para petugas lapas dan rutan untuk melakukan pemeriksaan sesuai standar operasional prosedur (SOP) dan tidak bertindak arogan.

“Itu juga dijagain pak Kakanwil diliat. Lakukan SOP jangan arogan. Saya dapat laporan dari Karutan, orangnya karena mengedarkan makanya hendak di setrap sel (sel khusus bagi napi). Itu sudah benar, namun orang itu melawan dan ini memicu kerusuhan. Karena kondisi sudah overkapasitas sehingga tidak bisa menangani secara maksimal,” jelas Yasonna.

Yasonna juga menyerahkan kasus tiga sipir yang diduga terlibat pemukulan narapidana ke Inspektorat untuk proses selanjutnya. “Soal bagaimana staf kita nanti ikut terlibat itu nanti inspektorat dan jajaran akan melihat. Siapa yang bersalah akan ditindak tegas,”

Saat ini para narapidana sudah di evakuasi ke beberapa rutan/lapas yang berada di Provinsi riau, hingga Senin siang tersisa 9 orang lagi penghuni rutan kelas II B yang belum ditemukan.

Sebelumnya, kepolisian memeriksa tiga sipir yang diduga memicu kericuhan di rutan tersebut.

(Sumber CNNIndonesia.com)