Lokasi Likuefaksi Jadi Tempat Wisata, Dimanfaatkan Warga Petobo untuk Berdagang

16

PALU – Nama kelurahan petobo kini dikenal seantero dunia akibat fenomena likuefaksi yang membuat berpindahnya bangunan dan ladang sejauh lebih dari satu kilometer pada 28 september 2018 lalu. Tidak heran jika kawasan ini menjadi tempat yang setiap harinya ramai dikunjungi warga dalam negeri maupun luar negeri.

Hal tersebut dimanfaatkan oleh Fita salah seorang warga Petobo yang selamat dari bencana 28 septmber lalu. Ia berjualan di lokasi akhir yang terdampak likuefaksi. Meski lokasinya terbilang cukup berbahaya namun hal tersebut tak menyurutkan niatnya untuk berdagang.

“Daripada kita cuman batunggu bantuan dari pemerintah mendingan kita kerja sendiri cari uang sendiri saja,” kat Fita Minggu (20/1/2019).

Fita mengaku sudah mulai berjualan sejak dua bulan pasca terjadi bencana. Dalam waktu seminggu dirinya bisa memperoleh keuntungan Rp200 ribu hingga Rp500 ribu.

“Alhamdulilah banyak juga yang beli, bukan cuman orang Palu juga, biasa orang luar negeri juga singga ba beli disini,” ujarnya.

Dagangan yang Fita jajakan juga beragam mulai dari minuman dingin, makanan ringan, buah-buahan, dan umbi-umbian.(Riski Budiman)