Korban Bencana di Sulteng Masih Kesulitan Air Bersih

2

PALU – Sembilan bulan pascagempa bumi, tsunami serta likuefaksi yang melanda Kota Palu, Kabupaten Donggala dan Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah Ratusan kepala keluarga korban bencana alam di wilayah itu hingga kini masih bertahan di tenda pengungsian.

Dari pantuan tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) Cabang Sulawesi Tengah, salah satu yang menjadi kebutuhan dasar bagi para penyintas tersebut adalah air bersih.

WhatsApp Image 2019-07-09 at 19.03.54

Seperti yang dirasakan kurang lebih tiga ratusan Jiwa korban bencana yang kini masih bertahan di tenda pengungsian di kompleks Gedung Olahraga (GOR) Madani Kota Palu.

Salah seorang warga Talise, Nadir yang menjadi korban tsunami pada September silam mengaku sudah delapan bulan terakhir ia bersama keluarganya tinggal di tenda darurat di kompleks Gedung Olahraga.

Menurutnya salah satu kebutuhan dasar bagi mereka adalah air bersih.

Nadir mengungkapkan, untuk mendapatkan air bersih ia harus mengambil air di sumur bekas rumahnya yang dihantam tsunami di kawasan Pantai Talise yang letaknya sekitar 2 kilo Meter dari lokasi pengungsian.

“Jadi saya itu setiap hari naik motor bawa jeriken ambil air bersih di sumur bekas rumahku. Ada juga air yang didistribusi kepada kami setiap hari, tapi itu tidak layak untuk di konsumsi namun hanya digunakan untuk mencuci piring,pakaian dan mandi,” keluh Nadir.

Ayah empat anak ini mengakui masih trauma jika berada dibekas rumahnya di pinggiran Pantai Talise. bencana besar September silam itu menjadi hari terakhir ia bersama ibunya.“ Jasad ibu saya itu ditemukan delapan hari pascabencana” tambahnya.

Untuk memenuhi kebutuhan air bersih bagi para penyintas itu, Lembaga Kemanusiaan Aksi Cepat Tanggap Bekerja sama denga Muslim Volunteer Malaysia mendistribusikan 150 ribu liter air bersih.

Staf Distribusi Program Global Wakaf-Aksi Cepat Tanggap Mohamad Fadly mengatakan selama 30 hari pihaknya akan mendistribusikan air bersih di titik-titik pengungsian yang tersebar di Wilayah Kota Palu, Donggala dan Sigi.

“Setiap hari kami distribusikan lima ribu liter air bersih kepada warga yang kini masih tinggal di tenda pengungsian maupun yang tinggal di Integrated Community Shelter (ICS) atau Hunian Nyaman Terpadu yang kami telah bangun sebelumnya,” kata Fadly disela-sela distribusi air bersih, senin pagi.

Menurut Fadly sebelum pendistribusian air bersih pihaknya lebih dulu melakukan peninjauan di titik-titik pengungsian untuk mengetahui lebih pasti kondisi yang terjadi di pengungsian .

“ Dari hasil asesmen kami memang masih banyak lokasi pengungsian yang sangat membutuhkan air bersih seperti di kawasan pengungsian kompleks gedung olahraga madani palu,” tambahnya. (Riski)