Dinkes Palu Minta Waspadai DBD di Pengungsian

21

PALU – Dinas Kesehatan Kota Palu saat ini terus berupaya untuk melakukan pencegahan penyakit demam berdarah dengue (DBD) di setiap lokasi pengungsian di kota Palu.

Antisipasi tersebut dilakukan dengan cara menggencarkan fogging dan pemberian serbuk abate kepada para pengungsi.

Pelaksana tugas Kepala Dinas Kesehatan Kota Palu Husaema,l menjelaskan, DBD akan mudah menyerang jika lokasi tempat tinggal berada di daerah kumuh, sementara tempat pengungsian yang ada di kota Palu sebagian besar merupakan daerah kumuh.

“Kalau melihat lokasi pengungsi di palu ini kebanyakan daerah kumuh, kalau daerah begitu para pengungsi gampang sekali terserang penyakit DBD, makanya sekarang kita itu gencar melakukan penyemprotan fogging dan pembagian serbuk abate di lokasi pengungsian,” ujar Husaema Rabu 31 Januari 2019.

Selain itu Husaema juga mengatakan, para pengungsi juga harus melakukan hal hal untuk mencegah penyakit DBD, seperti tidur menggunakan kelambu, atau obat anti nyamuk, dan meminimalisir tempat tempat tergenangnya air, yang dapat menyebabkan jentik – jentik nyamuk berkembang biak.

Dari data yang diperoleh di RSU Anutapura Palu, sejak bulan novmber hingga desember 2018, penderita penyakit DBD berjumlah 28 orang. Sementara di bulan januari 2019 ini, pendirta penyakit DBD semakin bertambah menjadi 34 orang, terdiri dari kota palu sebanyak 22 orang, kabupaten Sigi 10 orang dan kabupaten Donggala 2 orang.(Riski Budiman)