Diduga Timbun Bantuan Korban Bencana, Kades Wani Satu Dikomplain Warga

4

PALU – Pasca gempa ,tsunami dan likuefaksi yang melanda Kota Palu, Sigi dan Donggala pada tanggal 28 september 2018 lalu, beragam bantuan terus berdatangan, baik dari pemerintah maupun para relawan.

Namun tidak semua para penyintas bencana yang bisa merasakan bantuan dari pemerintah dan para relawan yang peduli atas bencana tersebut.

Seperti yang dirasakan warga Desa Wani Satu, Kabupaten Donggala. Bantuan yang mereka dapatkan diduga ditimbun oleh kepala desa Wani Satu, yang diketahui bernama Andri Habrin.

Hal itu disampaikan Badan Permusyawaratan Desa Wani Satu, di sekretariat AJI Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kota Palu, pada Rabu 20 Februari 2019. Mereka menilai kepala Desa Wani Satu, sengaja menimbun bantuan tersebut di bumdes milik desa, karena ingin megambil sebagian dari bantuan terserbut.

Bantuan itu berupa, beras, gula mie instan, pakaian perlengkapan bayi, dan beberapa bantuan lainya.

“Sudah lama itu bantuan datang, tapi tidak pernah dibagikan, alasanya anaknya sakit. Tidak ada lagi warga mau ambil itu bantuan, apa sudah busuk, tidak layak lagi,” ujar Sekretaris Badan Permusyawaratan Desa Wani Satu, Muhammad Arif.

Selain itu warga juga mengaku, bantuan uang sebesar Rp.1,5 juta, yang diperuntukan bagi ratusan KK yang ada di Desa Wani Satu, sengaja dipotong Rp.100 ribu, dengan alasan untuk sumbagan yang tidak jelas kebenarannya. Warga mengaku mendapat ancaman tidak akan menerima bantuan selanjutnya jika keberatan dengan perlakuan kepala desa.

“Saya pertama yang menerima itu bantuan pak, saya terima pas sesuai jumlahnya, begitu saya tanya warga lain, mereka bilang uangnya dipotong seratus ribuh, jadi saya heran, kenapa warga lain dipotong saya tidak, walaupun saya terima utuh, tapi saya tetap merasa priharin , karena saya juga korban sama seperti mereka,” ungkap Ketua Badan Permusyawaratan Desa Wani Satu, Adji Mane.

Sebelumnya warga juga telah melaporkan hal tersebut kepada pihak kepolisian setempat, dan pihak Polda Sulteng. Namun hingga saat ini polisi belum mengeluarkan surat penerimaan laporan, dengan alasan tidak memilik bukti kuat dan saksi atas tudingan penimbunan bantuan yang dilakuakan oleh kepala Desa Wani Satu tersebut.

Diketahui Andri Habrin telah menjabat sebagai kepala desa wani satu sejak tahun 2016 silam.(Riski Budiman)