Demokrat: Urusan Koalisi Ada di Tangan Jokowi, Bukan TKN

2

JAKARTA – Kepala Divisi Advokasi dan Hukum Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean mengaku menghormati sikap Tim Kampanye Nasional (TKN) pasangan Jokowi-Ma’ruf Amin yang mmeberi ruang bagi Demokrat untuk bergabung dengan koalisi Jokowi-Ma’ruf Amin.

Hal itu ia sampaikan merespons pernyataan Wakil Sekretaris TKN Ahmad Rofiq yang menyatakan pihaknya membuka pintu kepada Demokrat jika ingin bergabung dengan koalisi mereka dan keluar dari koalisi Adil Makmur pendukung Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

“Dan kalaupun akan ada koalisi, itu dipastikan bahwa Jokowi yang mengajak, bukan TKN,” kata Ferdinand kepada CNNIndonesia.com Minggu (12/5).

Meski demikian, Ferdinand menyebut Demokrat saat ini belum memikirkan untuk pindah koalisi ke kubu Jokowi saat ini. Ia menyatakan partainya masih berfokus menyelesaikan perjuangannya di koalisi Prabowo-Sandiaga secara konstitusional di Pilpres 2019 ini

“Kami Demokrat akan menyelesaikan perjuangan di koalisi adil makmur dan menuntaskan kewajiban morilnya secara politik dijalan konstitusional. Demokrat belum terpikirkan untuk pindah koalisi saat ini,” kata dia.

Demokrat Siap Merapat TKN Jika Diajak Langsung oleh Jokowi
Ferdinand Huatahaean. (CNN Indonesia/Bimo Wiwoho)

Ferdinand menyatakan keputusan terkait koalisi akan dipertimbangkan melalui proses di Majelis Tinggi Partai Demokrat usai Pilpres 2019. Hal itu bertujuan agar berbagai target politik Demokrat pada tahun 2024 kelak dapat tercapai.

Komandan Komando Satuan Tugas Bersama (Kogasma) Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menegaskan Partai Demokrat menargetkan untuk menjadi peserta dalam Pilpres 2024.

“Terkait dengan sikap politik pasca pemilu, akan kita putuskan kemudian,” kata dia.

Menunggu Tahapan Pilpres Usai

Terpisah, Ketua DPP Partai Demokrat Jansen Sotindaon mengatakan Demokrat akan menentukan sikap politik terkait koalisi setelah seluruh tahapan Pemilu 2019 usai.

Ia menegaskan keputusan itu akan berada dalam kewenangan Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono dan dan Majelis Tinggi Partai Demokrat.

“Karena pasca seluruh tahapan Pilpres selesai semua partai termasuk yang ada di pihak 01 kan, akan menjadi bebas kembali. Bebas menentukan arah dan sikap politiknya,” kata Jansen kepada CNNIndonesia.com

Meski demikian, Jansen menyatakan Demokrat saat ini masih bersama koalisi Prabowo-Sandiaga hingga selesainya seluruh proses Pemilu serentak tahun 2019 ini.

Demokrat Siap Merapat TKN Jika Diajak Langsung oleh Jokowi
AHY belakangan ini menjadi jembatan pertemuan Demokrat dengan pihak Istana. (CNN Indonesia/Safir Makki)

Ia menyebut nantinya Demokrat siap untuk berada di posisi manapun, baik di dalam maupun diluar koalisi pemerintahan. Sebab, kata dia, Demokrat mampu bekerjasama dengan pihak manapun demi membangun Indonesia dan menyukseskan program partai

Oleh karena itu, Jansen menyatakan kedua posisi tersebut sama-sama bisa memberikan kontribusi yang positif bagi pembangunan bangsa Indonesia kedepannya.

“Kader-kader Demokrat selama beberapa tahun belakangan ini juga sudah mulai belajar dan terbiasa jadi oposisi terhadap pemerintah sesudah selama 10 tahun di kekuasaan. Jadi mau didalam atau diluar pemerintahan, sebenarnya saat ini bagi kami sama saja,” tambah dia.

Catatan Redaksi: Berita ini sebelumnya berjudul Demokrat Siap Gabung TKN Jika Diajak Langsung oleh Jokowi. Judul kami ubah untuk menghindari salah interpretasi.

(Sumber CNNIndonesia.com)