Benda Peninggalan Bencana 28 September 2018 akan Dikoleksi di Museum Sulteng

42

PALU- Bencana yang melanda Sulawesi Tengah pada 2018 Lalu, tentu akan menjadi bagian dari sejarah provinsi ini.

Gempa 7.4 Magnitudo, Gelombang tsunami, dan Fenomena likuefaksi, yang menewaskan ribuan manusia telah menjadi peristiwa yang tidak bisa dilupakan oleh Warga Kota Palu, Kabupaten Sigi dan Donggala.

Sejatinya, peristiwa seperti ini patut dikenang namun bukan untuk membuka kesedihan. melainkan, upaya untuk meningkatkan rasa syukur kepada tuhan, serta memberikan informasi dan edukasi kepada warga lainnya di kemudian hari.

Hal itulah yang akan dilakukan oleh pihak Muesum Sulawesi tengah. Dimana, untuk menjadikan museum Sulteng sebagai pusat informasi dan edukasi, pihak museum akan mengumpulkan sejumlah benda benda peninggalan yang berada dilokasi terdampak bencana di daerah tersebut.

”Kami sudah mengumpulkan beberapa, seperti jam yang kita temukan di Balaroa. Jam itu berhenti tepat pada pukul dimana terjadinya gempa,” ungkap Wakil Ketua Museum Sulawesi Tengah, Iksam Djahidin Djorimi.

Artefak bencana itu, nantinya akan dipajang di Museum Sulawesi Tengah, yang akan melengkapi sejumlah buku dan arsip koleksi Museum Sulawesi Tengah yang berisikan informasi kebencanaan di masa lalu.

”Kita akan pajang , disitu juga ada informasi tentang barang tersebut,”jelasnya

Melalui artefak kebencanaan tersebut juga diharapkan, menjadi pengingat bagi masyarakat dan pemerintah daerah. Sehingga antara pemerintah dan masyarakat berupaya untuk bisa mengurangi risiko dari setiap potensi bencana yang terjadi.